KOMPAS.com - Kurma adalah makanan yang biasa disantap saat puasa Ramadhan agar tubuh tetap bertenaga.
Namun, bisa jadi stok kurma di rumah masih ada saat hendak ditinggal mudik. Jika tidak ingin membawanya sebagai bekal mudik, Anda harus menyimpannya dengan cara yang benar.
Dengan penyimpanan yang benar, kurma akan tetap dalam kondisi baik dan enak, sehingga bisa dikonsumsi lagi saat sudah pulang dari mudik nanti.
Baca juga: Bolehkah Orang Diabetes Makan Kurma?
Berikut adalah tiga cara efektif untuk menyimpan kurma agar tahan lama.
Sebagian besar varietas kurma semi-kering dapat disimpan pada suhu ruangan. Dengan metode ini, kurma bisa bertahan selama satu hingga dua bulan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
View this post on Instagram
Jenis kurma yang cocok untuk penyimpanan suhu ruangan antara lain Ajwa, Khidri, Sokari, dan Wanan.
Untuk penyimpanan yang lebih lama, kurma dapat disimpan di dalam kulkas. Dengan suhu di bawah 4 derajat Celsius, kurma bisa bertahan hingga 6 bulan atau bahkan satu tahun. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Baca juga: Apakah Kurma Harus Dicuci Sebelum Dikonsumsi?
Metode ini sangat cocok untuk varietas kurma seperti Medjool, Kholas, dan Segai. Namun, semua jenis kurma sebenarnya bisa disimpan di kulkas untuk ketahanan yang lebih lama.
Jika ingin menyimpan kurma dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan hingga beberapa tahun, membekukan kurma bisa menjadi solusi terbaik. Langkah-langkah penyimpanannya adalah:
Meskipun kurma dapat bertahan lama dengan penyimpanan yang tepat, tetap ada kemungkinan buah ini membusuk.
Baca juga: Resep Nastar 1 Kg Lumer dan Ngeprul, Pakai Isian Kurma Keju
Ciri-ciri kurma yang sudah tidak layak konsumsi antara lain munculnya jamur atau adanya serangga kecil. Oleh karena itu, selalu periksa kondisi kurma sebelum dikonsumsi.
Dengan menerapkan tips di atas, kurma yang Anda simpan akan tetap segar dan enak untuk dinikmati usai kembali pulang dari kampung halaman.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.